Sejarah singkat teknik serta cara sablon kaos

Kaos sablonan belakangan ini merambah dunia garmen. Kebanyakan toko ataupun distro baju, biasa menjual kaos sablonan yang kebanyakan digandrungi oleh kaum muda. Kelebihan dari kaos sablonan ini biasanya terlihat dari sablonannya. Biasanya dicirikan dengan gambar-gambar yang lucu, kata-kata yang unik dan lucu juga.

Sejarah Sablon Kaos

Mengenali kaos sablon sebaiknya bukan hanya dari produk-produk kaos yang banyak beredar sekarang ini. Beberapa produsen yang sudah memiliki nama, seperti yang ada di Bali dan Jogjakarta, malah menjadikan kaos sablon sebagai produk utama usaha garmen mereka. Dan menjadikan pengolahan kata-kata sebagai nilai jual dari kaos oblong yang disablon produksi keluaran mereka.
Namun nyatanya meski berawal dari sekedar kaos oblong biasa yang disablon, tapi mampu meraup keuntungan yang berlipat ganda, dan produknya sangat digandrungi orang banyak. Untuk lebih lengkapnya, sebaiknya Anda mengetahui sedikit asal muasal dari kaos sablon tersebut.

Kaos oblong atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan T- Shirt, awalnya merupakan pakaian dalam tentara yang berperang di abad 19 – 20. Sejarah penyebutan nama T- Shirt, diambil dari bentuk kaos yang menyerupai huruf T. Dan kemungkinan kedua, adalah karena pasukan militer sangat sering menggunakan kaos tersebut sebagai pakaian berlatih, yang mereka sebut “training shirt“, maka muncullah istilah T-Shirt.

Pada saat itu masyarakat awam belum mengenal bahkan menggunakan kaos atau T-Shirt tersebut. Dan awal bentuk dan warnanya hanya monoton, warna putih dengan bentuk polos tanpa ukuran, lingkar lengan ataupun kerah leher.

Awal kepopuleran kaos

Namun pada perkembangan berikutnya T-shirt atau kaos oblong tersebut mulai populer saat dikenakan oleh Marlon Brando tahun 1947. Saat tengah berperan sebagai tokoh Stanley Kowalsky, di pentas teater berlakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William. Yang dipagelarkan di Broadway, Amerika Serikat.

Saat itu T-shirt atau kaos oblong warna abu-abu yang dipakai Marlon Brando begitu pas dan lekat pada tubuh Brando. Penontong merasa terhibur sekaligus menggandrungi pemakaian kaos oblong tersebut, yang mengundang pro dan kontra. Sehingga munculkan berbagai polemik seputar kaos oblong.

Namun polemik berakhir dengan kemenangan di kalangan anak muda, yang ternyata menggandrungi gaya berbusana dengan kaos oblong atau yang dianggap underwear tersebut. Dan deman kaos oblong dimulai pasca pentas teater di tahun 1947 itu. Dan dianggap sebagai sebagai lambang kebebasan kaum muda. Dalam perkembangannya, kaos oblong tidak sekedar menjadi mode atau trend, bahkan akhirnya menjadi bagian keseharian kaum muda dan sebagian masyarakat awam.

Teknik-teknik Menyablon Kaos

Setelah kaos oblong atau T-Shirt ini akhirnya berkembang menjadi sebuah trend dan mode, mulailah dikenal beberapa teknik dan inovasi dalam penciptaan model-model baru yang terus berkembang sampai sekarang.
Adapun pada akhirnya dikenal beberapa teknik dalam pembuatan kaos sablon.

Beberapa teknik menyablon kaos berkembang pesat, dan produk yang dihasilkan pun semakin bervariasi. Dari beberapa teknik dasar yang dikenal, maka ada beberapa teknik-teknik menyablon kaos, sebagai berikut :

a. Digital Printing.

Caranya, pilihlah foto ataupun gambar yang akan disablon. Lalu desainlah sesuka Anda, agar terlihat lebih menarik. Selanjutnya balikan gambar tersebut (mirroring process). Dan cetaklah ke inkjet paper (untuk kaos yang berwarna terang) atau transfer paper (warna kaos gelap). Setelah usai, letakkan hasil cetakan di atas kaos. Kemudian press dengan menggunakan mesin press sampai 30 hingga 60 detik (atau tergantung dari daya mesin press). Lalu angkat inkjet paper atau transfer paper. Maka selesailah proses menyablon.

b. Manual

· Dengan cara gunakan software grafis, pisahkanlah warna dari gambar yang disablon.
· Cetaklah setiap bagian warna yang telah dipisah tadi dengan menggunakan printer laser.
· Cetaklah seluruhnya dengan warna hitam.
· Oleskan permukaan screen dengan obat afdruk dan tunggu hingga kering.
· Taruhlah hasil cetakan serta screen yang telah diolesi obat afdruk ke atas meja afdruk.
· Kemudian sinari dengan lampu pada bagian bawah meja afdruk kurang lebih 20 menit.
· Buatlah screen sebanyak jumlah warna gambar yang akan disablon.
· Semprotlah screen dengan penyemprot air, sampai bagian yang terdapat gambar yang diinginkan jadi berlubang.
· Campur pasta bersama tinta warna, sesuai warna yang Anda mau.
· Selipkan kaos ke triplek yang telah dilumuri lem kaos. Triplek digunakan agar didapatkan permukaan kaos rata.
· Taruh screen di atas kaos, dan tuanglah pasta di atas screen.
· Tarik pasta yang telah dituangkan pakai rakel, supaya pasta turun ke kaos melewati screen yang berlubang.
· Tunggu hingga kering, kemudian ulangi langah 9 dan 10 untuk warna lainnya.
· Apabila selesai terhadap seluruh warna, keringkan sablon kaos tersebut di sinar matahari atau gunakan hairdryer.
· Proses selesai

Cara Menyablon Kaos

Karena menyablon adalah bagian dari seni desain grafis, maka Anda harus selalu berhati-hati pada setiap langkah-langkah pengerjaannya. Dan yang patut diingat adalah, beberapa tahapan langkah-langkah cara menyablon kaos, yakni :
a. Tahapan pra-cetak
b. Tahapan saat cetak
c. Tahapan pasca-cetak

Ketiganya membutuhkan sentuhan pengerjaan yang sangat teliti. Dan masing-masing membutuhkan pengerjaan yang harus detil. Ketiga tahapan tersebut biasanya juga tergantung pada kualitas bahan kaos. Apabila kaos yang disablon berkualitas bagus, maka pengerjaan sablonan bisa menghasilkan kualitas yang bagus.

Dan kualitas bahan kaos juga mempengaruhi cara menyablon kaos. Misalkan pada tahap pra-cetak, sablonan pada kaos yang berkualitas bagus, akan cepat menyerap hasil olesan pasta pada screen. Dan tahapan saat cetak akan menghasilkan pasta yang rata di atas permukaan kaos, berbeda apabila menggunakan kaos yang berkualitas rendah.

Biasanya untuk hasil sablonan yang baik, menggunakan bahan kaos cotton combed 20S. Karena kaos tersebut lebih terasa dingin dan nyaman dipakai. Tidak mudah molor pada saat dilakukan proses penyablonan.